Archive for the ‘CorelDraw’ Category

Bagaimana cara menentukan harga sebuah desain?. Jawaban untuk pertanyaan ini menang susah-susah gampang. Harga desain memang sangat relatif. Masing-masing desainer mempunyai harga sendiri-sendiri. Namun begitu, ada sebuah rumus untuk menghitung harga sebuah desain, dengan catatan bukan rumus yang baku untuk digunakan hanya sebagai referensi/acuan saja.

Rumus harga desain menurut Joko Raharjo dalam bukunya “Rahasia desain dan cetak, peluang bisnis desain grafis” adalah sebagai berikut :

Hd = (Uh + Ni x Bp) (bp/Jh) + ( Bo x Bp)

Hd = Harga desain
Uh = Upah harian terendah di tempat bekerja
Ni = Nilai intelektualitas (pemula = 1, rata-rata = 3, Professional = 7 )
Bp = Beban pekerjaan (tingkat kesulitan, konsep, artistik, dll) dihitung perhari
Jh = Jumlah hari kerja (1 hari kerja 8 jam)
Bo = Biaya operasional (komputer, listrik, internet, print, transport) di hitung perhari.

Untuk lebih jelasnya alangkah baiknya anda membeli buku tersebut.

Resensinya bisa download disini

Saat mencetak desain ataupun foto dengan printer di rumah, mungkin anda sering menemukan bahwa warna hasil cetak printer tidak mirip dengan tampilannya di monitor. Warna hasil cetakan lebih gelap atau tampak kurang segar. Hal ini dapat diatasi dengan mengatur setting printernya. Warna hasil cetakan memang tidak mungkin 100% sama. Namun, paling tidak dapat diusahakan untuk mendekati warna tampilannya. Inilah yang saya sebut sebagai cara mengkalibrasi murah meriah. Tidak diperlukan alat kalibrasi khusus antara monitor dengan printer di rumah. Untuk lebih jelasnya anda bisa baca buku “Rahasia desain dan Cetak, peluang bisnis desain grafis” karya Joko Raharjo. Resensi Buku tersebut bisa diklik disini

Untuk mengolah sebuah gambar dan teks menjadi sebuah bentuk desain yang menarik dibutuhkan software grafis. Dalam hampir seluruh produk saya menggunakan CorelDraw. Untuk software grafis yang sudah populer, yang kebanyakan orang menggunakannya. Denganbegitu anda tidak akan repot di saat akan mencetaknya ke percetakan. Mengapa CorelDRAW yang dipilih? CorelDRAW memiliki prosedur pengoperasian yang lebih fleksibel dan mudah, mulai saat membuat desain hingga proses pemisahan warna atau separasi.

DOWNLOAD Coreldraw x6 disini

Download video Panduan dan cara membuat CD Label di CorelDraw.

image

DOWNLOAD [ 29MB ]

Pada dasarnya membuat majalah, koran, brosur, lefleat dan sejenisnya ada beberapa kesamaan dan satu tujuan bentuk formatnya.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri banyak kesalahan-kesalahan mendasar telah dibuat oleh para desainer awam atau pemula yang nota bene asal buat, asal jadi. Padahal dari segi pembuatan majalah misalnya harus ada aturan main yg lbh spesifik misalnya jumlah halaman, standar ukuran font, pengaturan gambar, pengaturan margin dll.

 

Ada poin – poin penting yang berhasil saya kumpulkan dalam membuat majalah, koran, buku profil, dll. yaitu :

1. Tentukan jumlah halaman yang akan di buat, atur jumlah halaman dengan cara dibagi menjadi kelipatan 4 misalnya : 12 halaman, 16 halaman, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56 dan seterusnya. Ingat !! berapapun yang anda inginkan jumlah halaman harus genap jika dibagi menjadi 4, hal ini dikarenakan untuk menghindari kelebihan atau kekurangan beberapa halaman kosong.

2. Ukuran font standar untuk isi majalah adalah 9 – 10 point, jenis font arial, times new roman, georgia, garamound, cgtimes dll bisa menyesuaikan.

3. Ukuran font standar untuk judul berfariasi dimulai minimal 16 point ke atas

4. Hindari copy paste gambar secara langsung, gunakan fungsi file impor atau file place. yang tersedia pada coreldraw, photoshop, adobeindesign, freehand dan pagemaker.

5. Pengaturan margin akan lebih dinamis dan cantik bila menggunakan standar margin yang umumunya telah digunakan oleh media-media cetak ternama. Minimal margin left, right, top dan bottomnya dibuat 1,5 cm.

6. Gunakan resolusi 300 dpi pada seting gambar berwarna maupun grayscale (hitam putih), cara setingnya di edit dulu dengan photoshop lalu atur image sizenya menjadi 300 dpi, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gambar pecah-pecah saat akan dicetak nantinya.

7. Wajib memakai komposisi coloring CMYK dan sangat dilarang menggunakan proses RGB color, karena pada saat mencetak khusus warna mesin offset selalu menggunakan proses CMYK.

8. Dianjurkan menggunakan desain PageMaker, AdobeinDesign, atau Adobe Ilustrator bila ingin membuat sebuah majalah dalam jumlah halaman yang banyak misalnya lebih dari 20 halaman, karena jika memakai corel akan sangat mengganggu kinerja kecepatannya.

9. Format penyimpanan file gambar yang dipakai adalah PSD, TIFF, EPS, WMF.

10. Hindari penggunakan font – font ukuran kecil dibawah 5 point karena akan mempengaruhi proses ketajaman pencetakan.

11. Dianjurkan isi halaman memuat minimal 1 gambar per halamannya.

Nah.. mungkin ketentuan di atas bisa jadi rujukan yang berguna bagi para pembuat majalah khususnya bagi pemula…. bagi yang sudah master mohon ditambahi atau pun kritiknya… dikomentari.

Selamat mencoba.

Untuk mendesain majalah cobalah software ini, DOWNLOAD

STEMPEL Ikuti step by step, langkah-langkah dan panduan membuat stempel versi coreldraw. Video panduan mendesain stempel ini sengaja dihilangkan audionya untuk mengurangi beban kapasitas filenya.

Rekomendasi tutorialnya harus pake coreldraw x3 atau x4, walaupun masih bisa di aplikasikan dg versi 11 dan 12.

– DOWNLOAD >1 >2  >3  –

file 1,2,3 Harus didownload semua karena file size 34.2 Mb saya bagi menjadi 3 file rar. Biar mudah loadnya…

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan bagi seorang desain grafis bila ingin mendesain sebuah banner maupun baliho, karena sizenya yang besar sehingga sangat mungkin mengurangi memory ram dan daya kerja di komputer, komputer kita bisa menjadi sangat lambat aksesnya dan akhirnya memakan waktu yang lama bahkan terkadang komputer bisa hang.

Tips berikut mudah-mudahan bisa bermanfaat khususnya para desain grafis maupun pengunjung blog ini. Tips ini juga hasil dari pengalaman liku-liku saya selama mengerjakan pembuatan banner, baliho dan sejenisnya.

  • membuat banner dan baliho bisa memakai adobephotoshop, coreldraw, illustrator dan freehand
  • karena proses akhir cetakan menggunakan mesin digital printing upayakan file terkonvert atau di-export ke file JPG dengan proses warna CMYK bukan RGB.
  • jangan pernah dilupakan bahwa dalam mengerjakan-nya harus menggunakan warna CMYK sekali lagi CMYK karena hukumnya Wajib dan di haramkan dalam dunia desain. Kenapa ? kenapa tidak boleh RGB, apa artinya RGB dan CMYK. silahkan baca penjelasannya tentang RGB dan CMYK.
  • jika ukuran banner sangat besar misal : 2m x 3m, 3m c 4m, 3m x 5m, 10m x 2m, 25m x 3m dan ukuran big size lainnya pakai alternatif resolusi 96 atau 100 dpi.
  • jangan membuat ukuran banner khususnya yang besar dan panjang dengan ukuran asli, pakai ukuran image sizenya dengan setengahnya misal ukuran 3×5 meter di perkecil 1.5 x 2.5m dg resolusi 100dpi (di potoshop).
  • ukuran big size sebaiknya menggunakan perbandingan dari aslinya misal  50% dari ukuran sebenarnya. gunakan imagesize di photoshop dan atur sesuai kebutuhan.
  • usahakan memoy sizenya di sheetnya tidak melebihi 500mb ( maksudnya memory yg dibutuhkan saat mengerjakan desain tersebut, biasanya bisa dilihat di toolbar nav bawah misal Doc: 100M : 50M
  • agar gambar tidak pecah ambil gambar ukuran sizenya diatas 150kb atau minimal bila di lihat gambar tidak pecah
  • jangan memaksakan gambar yang tidak maksimal karena sangat mempengaruhi hasil dan kualitas, sebagus apapun desain akan mengurangi mutu jika gambar pecah
  • resolusi gambar 72dpi bukan berarti gambar jelek dan pecah, coba di cek di photoshop lihat sizenya misal jika size 500pixel resulosi 72 artinya gambar cukup bagus
  • deteksi gambar pecah atau tidak harus dilihat resulosi dan pixelnya seimbang
  • di coreldraw setelah selesai lebih baik file diexport ke JPG dg resolusi 300 dpi dan original size serta image with CMYK. Semakin besar ukurannya maka resolusi harus dikurangi termasuk prosentasi size nya.

Point point diatas sebenarnya masih banyak lagi karena sebenarnya dasar-dasar pengerjaannya yang harus diketahui adalah seputar resolusi dan size serta pixel.. dalam artian diluar tehnis sejauh mana skill desainer tersebut mengerjakannnya.

Download Beberapa Desain Spanduk Banner digital disini

Hal terpenting dari sebuah logo adalah untuk membuat orang mengatakan sesuatu dalam benaknya. Sebuah Logo bisa dikatakan bagus baik jika dilihat orang akan langsung menghubungkan dengan produk tersebut. sebagai contoh adalah logo Coca Cola yang di seluruh dunia sangat dikenal, ketika Anda melihat logo itu apa yang anda pikirkan, jelas saja anda segera merasakan rasa segar di mulut Anda.Sebuah logo berarti konsep, simbol, dan elemen grafis yang merupakan fitur utama atau orientasi dasar dari satu perusahaan, situs atau produk. Dengan kata lain logo adalah elemen yang memberikan umpan balik ke pelanggan potensial.

Sayangnya tidak ada aturan untuk membuat logo, proses penciptaan adalah seni, menurut pendapat saya (ini juga merupakan pendapat mayoritas web & desainer logo), dan semuanya tergantung pada kreativitas dan kekuatan ekspresivitas dari desainer. Disamping itu, para desainer logo mencoba untuk membuat satu set aturan dalam bidang ini untuk membantu Anda dalam proses penciptaan. Berikut adalah daftar yang didasarkan pada prinsip-prinsip umum Anda temukan dalam semua daftar prinsip-prinsip desain logo. Tidak ada daftar yang pasti dari prinsip-prinsip dasar untuk mendesain logo, dan saya percaya bahwa hal itu tidak pernah akan dibentuk karena seni, bukan matematika.

dibawah ini adalah beberapa tips 7 langkah membuat logo yang bagus :

1. Logo Anda harus dapat Digunakan berbagai media

Perkembangan media merupakan fakta penting dalam desain logo. Di masa lalu logo atau merek dagang yang digunakan hanya di cetak; lebih kualitas warna dan bahkan gaya tidak sama pentingnya dengan saat ini. Logo modern dapat digunakan dalam cetak, dalam sebuah resolusi yang sangat tinggi, di situs, di spanduk, di kartu nama, dan bahkan di Kaos. Sebuah solusi untuk ini adalah untuk mewujudkan logo yang sangat sederhana atau serbaguna. Sebuah contoh yang sangat bagus adalah logo Nike ,  logo ini akan terlihat sama dan proposional pada semua media. Kualitas ini disebut juga kepandaian yg beraneka ragam.

2. Logo Anda harus mudah untuk diingat dan difahami semua orang

Sekali lagi kesederhanaan adalah kunci dari desain logo. Dalam penciptaan salah satu logo kita harus mempertimbangkan nilai mnemonic manusia, itu membuat selalu diingat.

Warna Logo:

Ketika kita melihat warna biru akan membuat kita bermimpi tentang laut, warna merah menurut saya bahaya atau hal-hal yang dilarang, hijau membuat saya merasa tenang dan membuat saya berpikir tentang rumput dan alam. Menggunakan warna-warna ini dalam konteks hak kontrol pikiran kita dengan cara yang baik.

Sebuah kombinasi warna disesuaikan juga merupakan langkah lebih lanjut, misalnya jika kita membuat logo untuk sebuah taman kanak-kanak itu tidak dianjurkan untuk menggunakan warna merah dengan hitam-itu adalah pesan yang sangat kuat bahkan jika sesuai jenis font pesan. Kombinasi warna putih yang dalam hal ini mengilhami rasa kemurnian dapat digunakan dengan biru atau mungkin beberapa variasi hijau ( ini hanya saran saya, tidak ada aturan untuk mengikuti hehe..).

Bentuk Logo:

Bentuk logo merupakan bagian penting lain: bentuk yang rumit akan menempatkan orang pada posisi yang sulit, sulit untuk melihat pesan dan makna gambar … pasti benar-benar aneh bagi mereka.

Contoh logo yang bagus dalam hal ini adalah logo WaltDisney, sungguh merupakan kombinasi warna dan font yang sempurna !

3. Logo Anda harus mampu menjawab pertanyaan: mengapa?  Siapa?  Apa?

Sebuah logo tidak harus menjelaskan apakah itu sebuah perusahaan, tidak bukan itu  (contoh logo “LG” memiliki sambungan ke TI item atau layar TV? Tentu tidak, tetapi mereka adalah perusahaan besar dan penting di bidang ini). Namun Anda tidak dapat menggunakan semuanya untuk semua orang; logo harus mengilhami kita untuk berpikir tentang produk dalam cara perusahaan yang memproduksi itu ingin kita. Jika Anda ingin membuat logo yang baik untuk klien Anda harus memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  1. Mengapa Anda perlu logo ini?
  2. Siapa targetnya?
  3. Apa tujuan itu?

Pemahaman ini adalah suatu keharusan, bukan suatu titik diabaikan dalam proses penciptaan, melompat dapat menyebabkan situasi yang sangat memalukan: mungkin Anda akan membuat sebuah logo besar dan modern dengan gaya disko untuk sebuah perusahaan yang memproduksi furniture klasik, sebuah perselisihan yang kuat antara gaya diadopsi untuk logo dan inti dari produsen akan terjadi.

4. Logo Anda harus abadi

Saya sebutkan sebelumnya Coca Cola, logo mereka adalah abadi. Menjadi berarti abadi bahwa waktu tidak mengubah kualitas logo. Gaya perubahan, Anda dapat dengan mudah menemukan di Internet banyak artikel yang seperti suara: “tren baru dalam desain untuk tahun 2010?.

Sebuah perusahaan yang ingin menjadi tren fesyen terkini dengan desain mungkin berpikir mereka harus mengubah logo mereka setiap tahun … tapi itu adalah kesalahan besar, nasabah tidak belajar dan mendapat logo gunakan untuk itu dalam setahun, Anda tidak dapat mengubah itu. ABC Logo ini dirancang oleh Paul Rand pada tahun 1962 dan belum pernah diubah. Ini adalah satu lagi contoh yang relevan dari apa yang abadi.

bersambung……

ditranslate dan disharing dari komunitas desain grafis internasional terpercaya !!

Anda bisa mendapatkan koleksi logo vektor indonesia disini, download

Pada kebanyakan masyarakat umum yang biasanya suka membaca, melihat, bahkan menyimpan buku, brosur dan majalah ataupun koran sering mengabaikan hal-hal sepele yang mengarah pada masalah sebuah ukuran bentuk sebuah buku, majalah, brosur, poster dll.

Adakalanya di suatu instansi, sekolah-sekolah, universitas  yang ingin membuat sebuah profil katalog atau majalah siswa dan brosur, tidak tahu seluk beluk ukuran kertas yang sebenarnya untuk disesuaikan dengan media percetakan dan desain grafis.

Sangat penting memperhatikan jenis kertas dan ukuran standar pembuatan Brosur, Majalah, Poster, Buku Kenangan, Lefleat, Undangan dll.

  • BROSUR : membuat brosur bentuk ukuran kertasnya ada beberapa pilihan yaitu A4, F4, Letter dan Custom. Hal ini sangat di anjurkan daripada memakai ukuran seenaknya sendiri karena ketentuan ukuran tersebut sudah dikondisikan dengan ukuran kertas plano (kertas ukuran besar sebelum dipotong-potong menjadi bagian tertentu, biasanya dijual khusus untuk distributor dan penjual grosir kertas), jadi sangat pas dan tidak berlebih yang bisa mengakibatkan terjadi pembengkakan biaya.
  • MAJALAH : membuat majalah sangat bervariasi ukurannya pada umumnya standar ukurannya adalah A4, Letter dan B5. atau F4
  • JURNAL : sering di pakai oleh universitas2 swasta dan negeri, maupun yang lainnya. ukurannya yang dipakai B5.
  • BULLETIN : sangat ideal untuk ukuran F4, atau A4
  • UNDANGAN : tidak ada ukuran yang diharuskan dan biasanya format ukurannya menyesuaikan dengan ukuran F4 misalnya 21,5 cm x 16,5 cm atau bisa juga 16,5 cm x 16,5 cm
  • TABLOID : ukuran umum 29 cm x 42cm sedangkan jumlah halamannya bisa dimulai dari 12,  18, 24, 32, 40, 64, yang penting kelipatan 4.
  • KORAN : pada umumnya juga sama dengan koran-koran yang ada di indonesia (kompas, jawa pos, jakarta pos, bali pos dll) tidak kurang dan tidak lebih pada kisaran ukuran 33,5cm x 55cm.
  • KOP SURAT : bisa pakai ukuran Folio (F4) atau Kwarto (A4)
  • NOTA : Standarnya mengacu pada ukuran folio kertas, tinggal mau dibuat ukuran berapa, bisa setengah folio, seperempat, atau sepertiga, menyesuaikan saja dengan kebutuhan jenis usahanya.
  • SERTIFIKAT / PIAGAM : pilihannya bisa Folio atau A4
  • IJAZAH : Yang sering digunakan adalah ukuran Folio dengan bahan kertas concord, linen, kinstrik, atau hammer.

Ukuran F4 (bahasa english)  atau disebut Folio (versi indonesia)  adalah 21,5cm x 33cm

Ukuran A4 atau kwarto adalah 21cm x 29,7cm

Ukuran B5 yaitu 17,6 cm x 25 cm

Nah.. ulasan diatas Saya rasa mungkin bisa membantu anda-anda semua yang sempat membaca atau memang sengaja mencari  postingan ini, Saya tidak keberatan jika anda menggunakan bahan rujukan diatas untuk disebarkan atau anda pakai sendiri….. dan sangat menghargai saya jika copy paste yang anda lakukan postingan di atas dengan sedikit saja meninggalkan nama saya atau pun blog desain saya… oke… selamat belajar.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan bagi seorang desain grafis bila ingin mendesain sebuah banner maupun baliho, karena sizenya yang besar sehingga sangat mungkin mengurangi memory ram dan daya kerja di komputer, komputer kita bisa menjadi sangat lambat aksesnya dan akhirnya memakan waktu yang lama bahkan terkadang komputer bisa hang.

Tips berikut mudah-mudahan bisa bermanfaat khususnya para desain grafis maupun pengunjung blog ini. Tips ini juga hasil dari pengalaman liku-liku saya selama mengerjakan pembuatan banner, baliho dan sejenisnya.

  • membuat banner dan baliho bisa memakai adobephotoshop, coreldraw, illustrator dan freehand
  • karena proses akhir cetakan menggunakan mesin digital printing upayakan file terkonvert atau di-export ke file JPG dengan proses warna CMYK bukan RGB.
  • jangan pernah dilupakan bahwa dalam mengerjakan-nya harus menggunakan warna CMYK sekali lagi CMYK karena hukumnya Wajib dan di haramkan dalam dunia desain. Kenapa ? kenapa tidak boleh RGB, apa artinya RGB dan CMYK. silahkan baca penjelasannya tentang RGB dan CMYK.
  • jika ukuran banner sangat besar misal : 2m x 3m, 3m c 4m, 3m x 5m, 10m x 2m, 25m x 3m dan ukuran big size lainnya pakai alternatif resolusi 96 atau 100 dpi.
  • jangan membuat ukuran banner khususnya yang besar dan panjang dengan ukuran asli, pakai ukuran image sizenya dengan setengahnya misal ukuran 3×5 meter di perkecil 1.5 x 2.5m dg resolusi 100dpi (di potoshop).
  • ukuran big size sebaiknya menggunakan perbandingan dari aslinya misal  50% dari ukuran sebenarnya. gunakan imagesize di photoshop dan atur sesuai kebutuhan.
  • usahakan memoy sizenya di sheetnya tidak melebihi 500mb ( maksudnya memory yg dibutuhkan saat mengerjakan desain tersebut, biasanya bisa dilihat di toolbar nav bawah misal Doc: 100M : 50M
  • agar gambar tidak pecah ambil gambar ukuran sizenya diatas 150kb atau minimal bila di lihat gambar tidak pecah
  • jangan memaksakan gambar yang tidak maksimal karena sangat mempengaruhi hasil dan kualitas, sebagus apapun desain akan mengurangi mutu jika gambar pecah
  • resolusi gambar 72dpi bukan berarti gambar jelek dan pecah, coba di cek di photoshop lihat sizenya misal jika size 500pixel resulosi 72 artinya gambar cukup bagus
  • deteksi gambar pecah atau tidak harus dilihat resulosi dan pixelnya seimbang
  • di coreldraw setelah selesai lebih baik file diexport ke JPG dg resolusi 300 dpi dan original size serta image with CMYK. Semakin besar ukurannya maka resolusi harus dikurangi termasuk prosentasi size nya.

Untuk desain banner spanduk, saya kira anda bisa download beberapa desain disini