Cari
Desain Undangan

peluang bisnis desain grafis

Template Undangan Batik
Membuat Undangan dengan Printer
Paket Spektakuler

peluang bisnis desain grafis

Desain Spanduk

peluang bisnis desain grafis

Desain Kaos

peluang bisnis desain grafis

Desain Sertifikat

peluang bisnis desain grafis

Desain pin & Mug

peluang bisnis desain grafis

Frame Foto

koleksi frame foto terbaik

Fan’s Our Club
Live Traffic Feed
Statistik Kunjungan

Posts Tagged ‘desain spanduk HIV Aids’

Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS 2011 merupakan suatu Rapat Kerja Nasional yang diselanggarakan 3 tahun sekali. Tujuan penyelenggaraan Rakernas adalah untuk melakukan apresiasi kinerja dan capaian terkini dari program Penanggulangan AIDS di setiap daerah serta menyepakati komitmen tindak lanjut yang akan dilakukan di setiap daerah untuk merespon epidemi HIV & AIDS secara efektif. Rakernas dipimpin oleh Menteri Kesehatan selaku Wakil Ketua I – KPAN dan didampingi oleh Gubernur DI Yogyakarta, Dirjen PMD yang mewakili Menteri Dalam Negeri selaku Wakil Ketua II – KPAN, Sekretaris KPAN dan Sekretaris KPA Propinsi DI Yogyakarta.

Pada kesempatan emas ini, LGN Jogja melakukan Aksi Damai dengan membagikan selebaran informasi dan menggelar spanduk. Selebaran dan spanduk bertema “Ganja Medis untuk Peningkatan Kualitas Hidup ODHA” berisi tentang:

Tahukah Anda?

  • Otak manusia memproduksi zat (endocannabinoids) yang fungsinya sama persis dengan zat yang dihasilkan dari tanaman ganja (cannabinoids).
  • Ganja dapat menyeimbangkan Sistem Syaraf Otonom sehingga menimbulkan pengalaman well-being (kebugaran fisik dan kepuasan psikologis) pada manusia.
  • Jangan heran kalau ganja disebut sebagai tanaman obat yang memiliki fungsi medis paling banyak dibandingkan tanaman obat lainnya.

Overdosis Ganja?

Faktanya, belum pernah ada satupun overdosis ganja dalam sejarah manusia. Secara ilmiah perbandingan dosis efektif yang berbahaya bagi manusia adalah 1000 : 1 semakin tinggi semakin aman. Sementara alkohol memiliki perbandingan 10 : 1, kokain 15 : 1 atau heroin 6 : 1. Sebuah perkiraan menyebutkan bahwa dosis yang berbahaya adalah bila seseorang menghisap 680 kilogram ganja dalam waktu 14 menit (jumlah yang hampir tidak mungkin dicapai). Overdosis ganja dianggap oleh ilmu kedokteran sebagai sesuatu yang mustahil, karena pemakainya pasti sudah tertidur pulas jauh sebelum dosis berbahaya tersebut dicapai.

Manfaat Ganja Medis untuk ODHA?

  • Meningkatkan nafsu dan Asupan makanan
  • Pengurangan rasa sakit (neurophatic pain)
  • Relaksasi
  • Memperbaiki gangguan mood
  • Improvisasi keterbatasan fisik
  • Meringankan rasa mual
  • Tidak menimbulkan kerusakan kognisi
  • MEMPERBAIKI KUALITAS HIDUP

Organisasi AIDS Pendukung Ganja Medis?

  • AIDS Action
  • Gay Men’s Health Crisis
  • National Association of People with AIDS
  • AIDS Project Los Angeles
  • AIDS Foundation Chicago
  • Test Positive Aware Network
  • AIDS Project Rhode Island

Bagaimana dengan Organisasi AIDS di Indonesia?

Kami begitu bahagia mendapat respon hangat dari panitia maupun peserta Pernas AIDS IV. Dokter,Psikolog, Polisi, Waria, Gay, Korban Penyalahgunaan Narkotika, Pegawai BUMN, dan lainnya; kesemuanya mendukung upaya LGN untuk melakukan terobosan-terobosan agar ganja medis dapat segera terealisasikan. Jujur saja, hampir 93% pengunjung yang datang ke acara tersebut tidak mengetahui bahwa ganja ternyata terkait sangat erat dengan isu HIV dan AIDS. Hari ini, 5 Oktober 2011, LGN akan sekali lagi menggelar aksi damainya.

Akhirnya, ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk saudara kita dari LGN Jogja; Oki, Bimbim, Kaka, Gepeng, Ari, Ganet, Reksol, Kobam, Gerson dan lainnya yang maaf sekali tidak mungkin cukup untuk kami tuliskan satu-persatu. Suatu kehormatan buat LGN karena mendapat tempat di hati sebagian masyarakat Jogja yang peduli akan pohon ganja.

Sumber:

Bello, J. (2008). The Benefits of Marijuana: Physical, Psychological and Spiritual. Pennsylvania: Liveservices Press

Fogarty, A., Rawstorne, P., Prestage, G., Crawford, G., Grierson, G., & Kippax. (2007). Marijuana as therapy for people living with HIV/AIDS: Social and health aspects. AIDS Care, 19, 195-301

Gable, R.S. (2004). Comparison of acute lethal toxicity of commonly abused psychoactive substances”Addiction 99 (6): 686–696

Haney, M., Gunderson, E.W., Rabkin, J., et al. (2007). Dronabinol and marijuana in HIV-positive marijuana smokers: Caloric intake, mood and sleep. Journal of Acquired Immune Defiency Syndromes 45 (5), 545-554

Nicoll, R.A., Alger, B.E. (2004). The brain’s own marijuana. Scientific American. Abrams, D.I., Hilton, J.F., Leiser, R.J., et al. (August 2003). Short tem effects of cannabinoids in patients with HIV-1 infection: a randomized, placebo-controlled clinical trial. Annals of Internal Medicine, 139 (4), 258-266

Ratsch, C. (2001). Marijuana medicine: A world tour of the visionary and ealing powers of cannabis. Switzerland: AT Verlag. (2009). Smoke medical cannabis for neurophatic pain in HIV: a randomized, crossover clinical trial. Neuropsychopharmacology, 34 (3), 672-680

Walker JM, Huang SM (2002). Cannabinoid analgesia. Pharmacol. Ther. 95 (2): 127–35

Inilah contoh spanduk Pertemuan Nasional tentang HIV Aids tersebut